Selasa, 04 Februari 2020

Laporan Analisa Kualitatif Unsur-unsur Zat Organik dan Penentuan Kelas Kelarutan



LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK I



DISUSUN OLEH  : SARI BULAN
NIM                        : A1C118065
KELAS                  : REGULAR A 2018


DOSEN PENGAMPU:
Dr.Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS LEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020



Untuk dapat melihat prosedur kerja dapat dilihat pada link dibawah ini
VII. Data pengamatan
7.1 Analisis unsur
7.1.1 Karbon dan Hidrogen
No
Perlakuan
Hasil Percobaan
1.
 CuO kering 1 gram dipanaskan
Tidak terjadi perubahan apapun dan terlihat kering
2.
 Dicampurkan gula
CuO bercampur dengan gula dan meleleh
3.
Dipidahkan ke tabung reaksi pyrex dengan dilengkapi sumbat dan pipa pengalir gas, gas mengalir dipipa pengalir gas dan masuk kedalam tabung yang berisi 10 ml Ca(OH)2 dan dipanaskan
Timbul uap dan gas

7.1.2 Halogen
a)    Tes Beilstein
No
Perlakuan
Hasil
1.
Dipanaskan kawat tembaga
Kawat tadi mengeluarkan warna kemerah-merahan
2.
Dididinginkan, lalu ditetesi dua tetes n-hexane dan dipijarkan kembali
Kawat tersebut memperlihatkan warna nyala orange

b)   Tes CaO
No.
Perlakuan
Hasil
1.
Dipanaskan kulit telur sebagai pengganti CaO sampai suhu tinggi
Tidak ada perubahan pada perlakuan ini
2.
Ketika masih panas tambahkan dua tetes n-hexane
Sebagian kulit telur yang terkena tetesan menjadi terlihat seperti gosong dan mengeluarkan bau gosong
3.
Setelah dingin dididihkan dengan air suling, lalu di tuangkan kedalam gelas kimia dan di campurkan HNO3 encer
·  Larutan menjadi jernih
·  Banyak timbul gelembung disekitar kulit telur

7.1.3 Metode leburan dengan Natrium
a)    Belerang
No.
Perlakuan
Hasil
1.
Diasamkan 3 ml larutan L (putih telur) dengan HCl pekat, dididihkan dan tutup tabung reaksi dengan kertas saring yang sudah dibasahi Pb-asetat 10%
·    Timbul gelembung gas
·    Mengeluarkan bau yang tidak sedap
·    Terbentuk gumpalan berwarna putih (putih telur menggumpal)
2.
Ditambahkan 1-2 tetes larutan Na-nitroprosida
Terbentuknya endapan berwarna putih kecoklatan, ini menunjukkan adanya unsur S (belerang)

b)      Nitrogen
No.
Perlakuan
Hasil Pengamatan
1.
Kedalam 3 ml larutan L ditambahkan 5 tetes larutan FeSO4 diteteskan 1  tetes larutan FeCl3 dan 5 tetes larutan KF 10% (ninhidrin) lalu ditambahkan 1-2 ml larutan NaOH 10%
Warna larutan menjadi kehitaman lalu berubah menjadi kuning bening
2.
Lalu diasamkan dengan H2SO4 encer
Terdapat endapan berwarna biru berlin

c)      Halogen
No.
Perlakuan
Hasil Pengamatan
1.
Diasamkan 3 ml larutan L dengan HNO3 encer
Warna larutan berwarna putih keruh
2.
Dididihkan hati-hati untuk 5-10 menit
·   Larutan berubah menjadi warna kuning
·   Timbul banyak gas yang meletup-letup
·   Timbul aroma tidak sedap beberapa waktu
3.
 Ditambahkan 5 ml larutan AgNO3 encer (5-10%) dan dididihkan
Terbentuk endapan berwarna hitam kecoklatan

7.2 Penentuan Kelas Kelarutan
7.2.1 Gula
No.
Jenis Pelarut
Hasil Pengamatan
1.
Kelarutan dalam air
Larutan jernih, berarti gula larut dalam air (+)
2.
Kelarutan dalam eter
Larutan jernih, berarti gula larut dalam eter (+)
3.
Kelarutan dalam NaOH 5%
Larutan jernih, berarti gula larut dalam NaOH 5% (+)
4.
Kelarutan dalam NaHCO3 5%
 Timbul gas CO3 berarti larut dalam NaHCO3 5% (+)
5.
Kelarutan dalam HCl
Larutan jernih, berarti gula larut dalam HCl (+)
6.
Kelarutan dalam H2SO4 Pekat
Larutan jernih dan terasa panas berarti larut dalam H2SO4 Pekat (+)
7.
Kelarutan dalam H3PO4 pekat
Larutan jernih, berarti gula larut dalam H3PO4 pekat (+)

7.2.2 Garam
No.
Jenis Pelarut
Hasil Pengamatan
1.
Kelarutan dalam air
Larutan jernih, berarti garam larut dalam air (+)
2.
Kelarutan dalam eter
Larutan jernih, berarti garam (+)
3.
Kelarutan dalam NaOH 5%
Keruh, berarti garam tidak larut dalam NaOH 5%  (-)
4.
Kelarutan dalam NaHCO3 5%
Tidak ada gas CO2 berarti garam tidak larut dalam NaHCO3 5% (-)
5.
Kelarutan dalam HCl
Larutan jernih, berarti garam larut dalam HCl (+)
6.
Kelarutan dalam H2SO4 Pekat
Keruh, berarti garam tidak larut dalam H2SO4 Pekat  (-)
7.
Kelarutan dalam H3PO4 pekat
Jernih tapi timbul endapan (+)

7.2.3 Tepung
No.
Jenis Pelarut
Hasil Pengamatan
1.
Kelarutan dalam air
Keruh, berarti tepung tidak larut dalam air (-)
2.
Kelarutan dalam eter
Keruh, berarti tepung tidak larut dalam eter (-)
3.
Kelarutan dalam NaOH 5%
Keruh, berarti tepung tidak larut dalam NaOH 5% (-)
4.
Kelarutan dalam NaHCO3 5%
Tidak ada gas CO2 berarti tepung tidak larut dalam NaHCO3 5% (-)
5.
Kelarutan dalam HCl
Larutan jernih, berarti tepung larut dalam HCl (+)
6.
Kelarutan dalam H2SO4 Pekat
Warna berubah menjadi orange berarti tepung larut dalam H2SO4 Pekat (+)
7.
Kelarutan dalam H3PO4 pekat
Jernih tapi timbul endapan (+)

7.2.4 Minyak
No.
Jenis Pelarut
Hasil Pengamatan
1.
Kelarutan dalam air
Keruh, berarti minyak tidak larut dalam air (-)
2.
Kelarutan dalam eter
Larutan jernih, berarti minyak larut dalam eter (+)
3.
Kelarutan dalam NaOH 5%
Keruh, berarti minyak tidak larut dalam  NaOH 5%  (-)
4.
Kelarutan dalam NaHCO3 5%
Tidak ada gas CO2 berarti minyak tidak larut dalam NaHCO3 5% (-)
5.
Kelarutan dalam HCl
Larutan jernih, berarti minyak larut dalam HCl (+)
6.
Kelarutan dalam H2SO4 Pekat
Larutan berwarna orange minyak (+)
7.
Kelarutan dalam H3PO4 pekat
Larutan jernih, berarti minyak larut dalam H3PO4  Pekat (+)

7.2.5 Putih Telur
No.
Jenis Pelarut
Hasil Pengamatan
1.
Kelarutan dalam air
Keruh, berarti putih telur tidak larut dalam air (-)
2.
Kelarutan dalam eter
Larutan jernih, berarti putih telur larut dalam eter (+)
3.
Kelarutan dalam NaOH 5%
Keruh, berarti putih telur tidak larut dalam NaOH 5%  (-)
4.
Kelarutan dalam NaHCO3 5%
Ada gas CO2 berarti putih telur larut dalam NaHCO3 5% (+)
5.
Kelarutan dalam HCl
Larutan jernih, berarti putih telur larut dalam HCl (+)
6.
Kelarutan dalam H2SO4 Pekat
Warna berubah menjadi merah hati dan terasa panas berarti putih telur (+)
7.
Kelarutan dalam H3PO4 pekat
Larutan jernih, berarti putih telur larut dalam H3PO4 pekat (+)
VIII. Pembahasan
Untuk kelangsungan hidup makhluk hidup zat-zat organic dan unsur-unsur yang menyusunnya memiliki kedudukan penting. Keanekaragaman unsur penyusunnya menentukan kereaktifan dan fungsi zat-zat organic dalam kehidupan makhluk hidup. Oleh sebab itu untuk dapat mengungkapkan kedudukan unsur dalam senyawa diperlukan identifikasi kandungan unsur penyusun suatu senyawa organic dan penentuan kelarutan senyawa organic. Rumus empiris dan rumus molekul dapat didapatkan dengan memahami unsur-unsur penyusunsuatu senyawa.
8.1 Analisis Unsur
8.1.1 Karbon dan Hidrogen
Pada percobaan ini telah kami lakukan sama seperti di prosedur kerja dimana saat kami memanaskan CuO kering tidak terjadi perubahan apapun dan terlihat sampel mejadi kering,lalu saat ditambahkan gula hasil pengamatannya yaitu CuO bercampur dengan gula dan mulai meleleh lalu langkah selanjutnya yaitu praktikan memindahkan ke tabung reaksi pyrex dengan dilengkapi sumbat dan pipa pengalir gas yang telah disusun, gas mengalir dipipa pengalir gas dan masuk kedalam tabung yang berisi 10 ml Ca(OH)2 dan dipanaskan hasil yang didapat pada perlakuan ini adalah timbul uap dan gas pada tabung reaksi tersebut.
8.1.2 Halogen
Pada percobaan analisis unsur halogen itu ada 2 tes, yaitu :
a)    Tes Beilstein
Tes pertama yang praktikan lakukan yaitu tes beilstein yang pengertiannya adalah tes kimia kualitatif sederhana untuk halida organic. Perlakuan pada tes ini yaitu praktikan mengambil kawat tembaga lalu dipanaskan kawat tembaga sampai kawat tersebut berwarna kemerah-merahan setelah itu dididinginkan, lalu ditetesi dua tetes n-hexane dan dipijarkan kembali hasil dari perlakuan ini adalah kawat tersebut memperlihatkan warna nyala orange
b)   Tes CaO
Tes kedua yaitu tes CaO dimana  di tes ini bahan yang kami ingin uji tidak ada sehingga kami menggantinya dengan kulit telur, yang pertama praktikan lakukan yaitu memanaskan kulit telur sebagai pengganti CaO sampai suhu tinggi disini tidak ada perubahan yang berarti pada kulit telur tersebut, ketika kulit telur tersebut masih panas praktikan menambahkan dua tetes n-hexane hasil dari perlakuan ini yaitu sebagian kulit telur yang terkena tetesan menjadi terlihat seperti gosong dan mengeluarkan bau gosong perlakuan selanjutnya setelah dingin dididihkan dengan air suling, lalu di tuangkan kedalam gelas kimia dan di campurkan HNO3 encer larutan menjadi jernih dan banyak timbul gelembung disekitar kulit telur.
8.1.3 Metode leburan dengan Natrium
a)    Belerang
Pada percobaan ini praktikan telah melakukan sesuai dengan prosedur yang ada di penuntun, yiatu dengan mengasamkan 3 ml larutan L (putih telur)  dengan HCl pekat, protein yang berupa asam amino terkandung di dalam putih telur,asam amino yang termuat di putih telur yaitu sistein, pada oksihemoglobin unsur belerang dalam putih telur terdapat, untuk rumus molekulnya C783H1116O208N203s2Fe4(l). Lalu praktikkan  mendididihkan dan menutup tabung reaksi dengan kertas saring yang sudah dibasahi Pb-asetat 10% dimana dari perlakuan ini praktikan mendapatkan hasil pengamatan yaitu timbul gelembung gas di tabung reaksi tersebut, kemudian mengeluarkan bau yang tidak sedap dan terbentuk gumpalan berwarna putih (putih telur menggumpal) tujuan pemanasan adalah untuk mengenyahkan albumin, lalu selanjutnya yang praktikan lakukan adalah menambahkan 1-2 tetes larutan Na-nitroprosida hasil dari perlakuan ini adalah terbentuknya endapan berwarna putih kecoklatan, terbentuk endapan ini menunjukkan adanya unsur S (belerang).
b)   Nitrogen
Pada analisis unsur nitrogen praktikkan telah melakukannya sesuai dengan prosedur yang ada yaitu kedalam 3 ml larutan L ditambahkan 5 tetes larutan FeSO4 diteteskan 1  tetes larutan FeCl3 dan 5 tetes larutan KF 10% (ninhidrin) lalu ditambahkan 1-2 ml larutan NaOH 10% hasil dari perlakuan ini warna larutan menjadi kehitaman lalu berubah menjadi kuning bening lalu diasamkan dengan H2SO4 encer hasilnya adalah terdapat endapan berwarna biru berlin
c)    Halogen
Pada analisis unsur halogen yang pertama praktikan lakukan yaitu mengasamkan 3 ml larutan L dengan HNO3 encer dari perlakuan ini didapatkan hasil yaitu warna larutan berwarna putih keruh setelah itu praktikan mendidihkan hati-hati untuk 5-10 menit hasil pengamatannya adalah larutan berubah menjadi warna kuning lalu timbul banyak gas yang meletup-letup ditabung reaksi tersebut, dan menimbulkan aroma tidak sedap beberapa waktu, lalu menghilang. Selanjutnya praktikan menambahkan 5 ml larutan AgNO3 encer (5-10%) dan dididihkan kembali terbentuklah endapan berwarna hitam kecoklatan, endapan yang terbentuk cukup banyak ini membuktikan bahwa pada percobaan yang praktikan lakukan terdapat halogen.
8.2 Penentuan Kelas Kelarutan
Kepiawaian suatu zat kimia (cair atau padat) untuk dapat larut dalam pelarutnya merupakan pengertian kelarutan. Pada percobaan penentuan kelas kelrutan ini praktikan menggunakan 5 sampel zat terlarut yaitu gula, tepung, garam, putih telur dan minyak maka akan dijelaskan hasil yang didapatkan pada macam-macam sampel tersebut.
8.2.1 Gula
Pada zat terlarut yang pertamayaitu gula, gula dimasukkan kedalam air, menghasilkan larutan jernih, yang berarti gula larut dalam air (+), gula dimasukkan kedalam eter  hasil pengamatannya sama seperti air larutan tampak jernih, berarti gula larut dalam eter (+), berikutnya gula dimasukkan kedalam NaOH 5% sama seperti yang sebelumnya larutan tersebut jernih, berarti gula larut dalam NaOH 5% (+) juga, gula selanjutnya dimasukkan ke dalam NaHCO3 5% hasilnya timbul gas CO2 berarti larut dalam NaHCO3 5% (+) lalu gula dimasukkan kedalam HCl hasil yang didapat larutan jernih, berarti gula larut dalam HCl (+), selanjutnya gula dimasukkan ke dalam H2SO4 Pekat hasilnya larutan tetap sama yaitu jernih dan terasa panas pada bagian tabungnya saat dipegang berarti larut dalam H2SO4 Pekat (+), pengjujian pelarut yang terakhir yaitu gula dimasukkan kedalam H3PO4 pekat berarti larutan jernih, menandakan gula larut dalam H3PO4 pekat (+)
8.2.2 Garam
Pada zat telarut yang kedua yaitu garam yang dimasukkan kedalam air hasil dari perlakuan ini adalah larutan terlihat jernih, berarti garam larut dalam air (+), lalu garam dimasukkan kedalam eter hasilnya larutan jernih, berarti garam (+), berikutnya garam dimasukkan kedalam NaOH 5% hasilnya larutan keruh, berarti garam tidak larut dalam NaOH 5%  (-), garam dimasukkan ke dalam NaHCO3 5%  hasilnya tidak ada gas CO2 berarti tepung tidak larut dalam NaHCO3 5% (-), garam dimasukkan kedalam HCl hasilnya larutan jernih, berarti garam larut dalam HCl (+), garam dimasukkan kedalam H2SO4 Pekat hasilnya  larutan menjadi keruh, berarti garam tidak larut dalam H2SO4 Pekat  (-), yang terakhir garam dimasukkan kedalam H3PO4 pekat hasil dari perlakuan ini ialah jernih tapi timbul endapan berarti (+)
8.2.3 Tepung
Pada zat terlarut yang ketiga yaitu tepung yang dimasukkan kedalam air hasil pengamatannya larutan keruh, berarti tepung tidak larut dalam air (-),kemudian tepung dimasukkan kedalam  eter hasilnya larutan keruh, berarti tepung tidak larut dalam eter (-) lalu tepung dimasukkan kedalam NaOH 5% dari perlakuan ini hasilnya keruh, berarti tepung tidak larut dalam NaOH 5% (-), tepung dimasukkan kedalam NaHCO3 5% hasilnya tidak ada gas CO2 berarti tepung tidak larut dalam NaHCO3 5% (-), selanjutnya tepung dimasukkan kedalam HCl hasilnya larutan jernih, berarti tepung larut dalam HCl (+), tepung dimasukkan kedalam H2SO4 Pekat hasil yang didapatkan warna larutan berubah menjadi orange berarti tepung larut dalam H2SO4 Pekat (+), yang terakhir tepung dimasukkan kedalam H3PO4 pekat hasilnya larutan jernih tapi timbul endapan berarti (+)
8.2.4 Minyak
Pada zat terlarut yang keempat yaitu minyak yang dimasukkan kedalam air hasil pengamatannya larutan keruh, berarti minyak tidak larut dalam air (-), lalu minyak dimasukkan kedalam eter larutan jernih, berarti minyak larut dalam eter (+), minyak dimasukkan kedalam NaOH 5% hasil pengamatannya larutan keruh, berarti minyak tidak larut dalam  NaOH 5%  (-), selanjutnya minyak dimasukkan kedalam NaHCO3 5% hasilnya tidak ada gas CO2 berarti minyak tidak larut dalam NaHCO3 5% (-), minyak dimasukkan kedalam HCl hasil perlakuan ini larutan jernih, berarti minyak larut dalam HCl (+), selanjutnya minyak dimasukkan kedalam H2SO4 Pekat  hasilnya larutan berwarna orange minyak (+), minyak dimasukkan kedalam H3PO4 pekat hasil pengamatannya larutan jernih, berarti minyak larut dalam H3PO4 Pekat (+)
8.2.5 Putih Telur
Pada zat terlarut yang kelima yaitu putih telur yang dimasukkan kedalam air hasil pengamatannya adalah larutan keruh, berarti putih telur tidak larut dalam air (-), putih telur dimasukkan kedalam eter hasilnya larutan menjadi jernih, berarti putih telur larut dalam eter (+), putih telur dimasukkan kedalam NaOH 5% hasilnya larutan keruh, berarti putih telur tidak larut dalam NaOH 5% (-), kemudian putih telur dimasukkan kedalam NaHCO3 5% (-) hasilnya ada timbul gas CO2 berarti putih telur larut dalam NaHCO3 5% (+),  lalu putih telur dimasukkan kedalam HCl hasilnya larutan jernih, berarti putih telur larut dalam HCl (+), selanjutnya putih telur dimasukkan kedalam H2SO4 Pekat  hasilnya warna berubah menjadi merah hati dan terasa panas berarti putih telur (+), yang terakhir putih telur dimasukkan kedalam H3PO4 hasil dari perlakuan ini adalah larutan jernih, berarti putih telur larut dalam H3PO4 pekat (+)

IX. Manfaat praktikum
Manfaat dari percobaan ini adalah praktikan dapat mengetahui bagaimana cara menganalisis unsur kimia seperti karbon, hydrogen, belerang, nitrogen dan halogen oleh  karena itu praktikan dapat mengetahui bahan-bahan apa saja yang bisa digunakan sebagai pengganti suatu unsur yang tidak ada pada saat menganalisis suatu unsur kimia, dan juga agar praktikan dapat mengetahui penentuan suatu kelarutan dari zat organic

X. Pertanyaan Pasca Praktikum
1. Mengapa saat analisis nitrogen hasil akhir yang didapatkan setelah penambahan asam sulfat encer bagian atasnya berwarna kuning sedangkan endapannya berwarna biru berlin?
2. Mengapa saat mendidihkan larutan L yang telah dicampurkan HCl harus ditutup dengan kertas saring yang telah dibasahi Pb-asetat 10%?
3. Mengapa saat gas CO2 timbul dikatakan sebagai  penentu zat terlarut (gula,garam dan lain-lain) larut dalam NaHCO3 5%?
XI. Kesimpulan
     Berdasarkan praktikum yang telah praktikan lakukan , dapat ditarik kesimpulan bahwa :
1.    Dengan menelah lazimnya dengan teknik tertentu (pengendapan, pemisahan, warna nyala, pemansan dan lain-lain)  untuk mengetahui unsur apa saja yang terdapat dalam suatu sampel merupakan prinsip dasar suatu pemisahan kualitatif dalam kimia organic
2.    Pada tahapan kerja analisa dalam suatu senyawa organic dan penentuan kelasnya pada beberapa unsur yaitu karbon, hydrogen, belerang, nitrogen dan halogen. Pada tahapan yang pertama yaitu analisis karbon dan hydrogen dengan cara kerja CuO dipanaskan bersama dengan gula, lalu selanjutnya untuk belerang dengan mengasamkan larutan L dan yang  dilakukan selanjutnya sesuai dengan yang diprosedur sehinnga membuktikan adanya unsur belerang pada laruta tersebut, pada unsur nitrogen larutan L ditambahkan beberapa zat sampai membuat unsur belerang tidak ada, jika belerang sudah tidak ada lalu diasamkan dengan asam sulfat encer sehingga menghasilkan endapan biru berlin untuk yang terakhir yaitu analisa kerja dari unsur halogen yaitu dengan mengasamkan larutan L lalu menambahkan suatu zat untuk menghilangkan HCN atau H2S hasil akhir dari analisa kerja unsur ini adalah terbentuk endapan yang cukup banyak maka menandakahn adanya halogen, untuk penentuan kelas kelarutan yaitu dengan menguji beberapa zat terlarut demngan beberapa pelarut yang berbeda pula sehingga didapatkan hasil larut atau tidak larutnya zat tersebut.
3.    Dalam percobaan ini praktikan memakai beberapa senyawa unknown, agar dapat mengetahui senyawa apa yang cocok yaitu dengan mengidentifikasi kandungan yang terdapat pada senyawa tersebut sehingga hasil yang didapatkan benar. Senyawa unknown yang praktikan pakai adalah HCl pekat pada analisis unsur belerang lalu larutan L praktikan menggunakn putih telur untuk menganalisis beberapa unsur diantaranya unsur halogen

XII. Daftar Pustaka
Gandjar, LG. dan Rohman, a. 2007. Kimia Farmasi Analisis. Yogyakarta: 
Pustaka Pelajar
Petrucci, Ralph H. 2000. Kimia Dasar Prinsip dan Terapan Modern. Jakarta :
Erlangga
Riswiyanto. 2010. Kimia Organik. Jakarta: Erlangga
Wilbraham, C., dan Michael , B, Matta. 1992. Pengantar Kimia Organik dan
Hayati. Bandun: Penerbit ITB
XIII. Lampiran     
                         Bahan yang digunakan
                          pada percobaan
Warna nyala yang di
hasilkan kawat nikrom
Disekitar kulit telur banyak
timbul gelembung
Endapan hitam kecoklatan yang
terbentuk pada analisis belerang


               Gula yang larut dalam air
Untuk link video percobaan kelompok kami dapat dilihat disini
           


3 komentar:

  1. Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh
    Saya Nisa Aprylina NIM A1C118044
    Saya akan menjawab pertanyaan no 3
    NaHCO3 merupakan baking soda yang digunakan untuk mengembangkan kue. Timbulnya gas CO2 pada saat dicampurkan dengan NaHCO3 adalah hasil yang benar yang didapatkan karena NaHCO3 dikatakan bereaksi ketika zat yang di campurkan dengan NaHCO3 mengeluarkan CO2. Seperti pembuatan donat,itu digunakan baking soda atau NaHCO3 untuk mengembangkan nya,pada saat pengembangan gas CO2 keluar dari adonan donat tersebut, itulah dikatakan berhasil.
    Terima kasih wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh

    BalasHapus
  2. Assalamu'alaikum wr wb , perkenalkan sayaNada Fitri Rahman , Nim : A1C118057, kelas Reguler A 2018. Prodi pendidikan kimia ,FKIP, UNJA. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan saudari bulan yang nomor 1. Mengapa hasil akhir saat analisis nitrogen setelah ditambahkan asam sulfat encer ,warna yang ditimbulkan diatas berwarna kuning dan terdapat endapan berwarna biru, hal itu disebabkan pada larutan L(putih telur ) mengandung protein ,yang mana pada protein terdapat unsur Nitrogen ,hingga saat ditetesi asam kuat protein tersebut mengeluarkan warna unsur2 yang terdapat di dalamnya ,seperti Nitrogen yang berwarna kuning kecoklatan.
    Terimakasih 😊

    BalasHapus
  3. Assalamualaikum wr. Wb.
    Saya Fadillah Fatma dengan NIM A1C118092 ingin menjawab pertanyaan nomor 2. Jadi, saat larutan L dididihkan, ia akan menghasilkan gas sehingga untuk dapat memeriksa apakah terdapat suatu gas atau tidak dari pendidihan larutan tersebut ditaruhlah kertas saring basah yang sudah ditetesi dengan pb-asetat 10% tersebut.

    BalasHapus

Jurnal percobaan 8 Kromatografi Lapis Tipis dan Kolom

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I DISUSUN OLEH   : SARI BULAN NIM                         : A1C118065 KELAS            ...