LAPORAN
PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK I
DISUSUN OLEH : SARI BULAN
NIM :
A1C118065
KELAS :
REGULAR A 2018
DOSEN PENGAMPU:
Dr.Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS LEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
Untuk
dapat melihat prosedur kerja dapat dilihat pada link dibawah ini
VII.
Data pengamatan
7.1
Analisis unsur
7.1.1
Karbon dan Hidrogen
No
|
Perlakuan
|
Hasil Percobaan
|
1.
|
CuO kering 1
gram dipanaskan
|
Tidak terjadi perubahan apapun dan terlihat kering
|
2.
|
Dicampurkan
gula
|
CuO bercampur dengan gula dan meleleh
|
3.
|
Dipidahkan ke tabung reaksi pyrex dengan dilengkapi
sumbat dan pipa pengalir gas, gas mengalir dipipa pengalir gas dan masuk
kedalam tabung yang berisi 10 ml Ca(OH)2 dan dipanaskan
|
Timbul uap dan gas
|
7.1.2
Halogen
a) Tes
Beilstein
No
|
Perlakuan
|
Hasil
|
1.
|
Dipanaskan kawat
tembaga
|
Kawat tadi mengeluarkan
warna kemerah-merahan
|
2.
|
Dididinginkan, lalu
ditetesi dua tetes n-hexane dan dipijarkan kembali
|
Kawat tersebut
memperlihatkan warna nyala orange
|
b) Tes
CaO
No.
|
Perlakuan
|
Hasil
|
1.
|
Dipanaskan kulit telur
sebagai pengganti CaO sampai suhu tinggi
|
Tidak ada perubahan
pada perlakuan ini
|
2.
|
Ketika masih panas
tambahkan dua tetes n-hexane
|
Sebagian kulit telur
yang terkena tetesan menjadi terlihat seperti gosong dan mengeluarkan bau
gosong
|
3.
|
Setelah dingin
dididihkan dengan air suling, lalu di tuangkan kedalam gelas kimia dan di
campurkan HNO3 encer
|
· Larutan
menjadi jernih
· Banyak
timbul gelembung disekitar kulit telur
|
7.1.3 Metode leburan
dengan Natrium
a) Belerang
No.
|
Perlakuan
|
Hasil
|
1.
|
Diasamkan 3 ml larutan
L (putih telur) dengan HCl pekat, dididihkan dan tutup tabung reaksi dengan
kertas saring yang sudah dibasahi Pb-asetat 10%
|
·
Timbul gelembung gas
·
Mengeluarkan bau yang
tidak sedap
·
Terbentuk gumpalan
berwarna putih (putih telur menggumpal)
|
2.
|
Ditambahkan 1-2 tetes
larutan Na-nitroprosida
|
Terbentuknya endapan
berwarna putih kecoklatan, ini menunjukkan adanya unsur S (belerang)
|
b) Nitrogen
No.
|
Perlakuan
|
Hasil Pengamatan
|
1.
|
Kedalam 3 ml larutan L
ditambahkan 5 tetes larutan FeSO4 diteteskan 1 tetes larutan FeCl3 dan 5 tetes
larutan KF 10% (ninhidrin) lalu ditambahkan 1-2 ml larutan NaOH 10%
|
Warna larutan menjadi
kehitaman lalu berubah menjadi kuning bening
|
2.
|
Lalu diasamkan dengan H2SO4
encer
|
Terdapat endapan
berwarna biru berlin
|
c) Halogen
No.
|
Perlakuan
|
Hasil Pengamatan
|
1.
|
Diasamkan 3 ml larutan
L dengan HNO3 encer
|
Warna larutan berwarna putih keruh
|
2.
|
Dididihkan hati-hati
untuk 5-10 menit
|
·
Larutan berubah menjadi
warna kuning
·
Timbul banyak gas yang
meletup-letup
·
Timbul aroma tidak
sedap beberapa waktu
|
3.
|
Ditambahkan 5 ml larutan AgNO3 encer
(5-10%) dan dididihkan
|
Terbentuk endapan
berwarna hitam kecoklatan
|
7.2 Penentuan Kelas
Kelarutan
7.2.1
Gula
No.
|
Jenis Pelarut
|
Hasil Pengamatan
|
1.
|
Kelarutan dalam air
|
Larutan jernih, berarti
gula larut dalam air (+)
|
2.
|
Kelarutan dalam eter
|
Larutan jernih, berarti
gula larut dalam eter (+)
|
3.
|
Kelarutan dalam NaOH 5%
|
Larutan jernih, berarti
gula larut dalam NaOH 5% (+)
|
4.
|
Kelarutan dalam NaHCO3
5%
|
Timbul gas CO3 berarti larut
dalam NaHCO3 5% (+)
|
5.
|
Kelarutan dalam HCl
|
Larutan jernih, berarti
gula larut dalam HCl (+)
|
6.
|
Kelarutan dalam H2SO4
Pekat
|
Larutan jernih dan
terasa panas berarti larut dalam H2SO4 Pekat (+)
|
7.
|
Kelarutan dalam H3PO4
pekat
|
Larutan jernih, berarti
gula larut dalam H3PO4 pekat (+)
|
7.2.2 Garam
No.
|
Jenis Pelarut
|
Hasil Pengamatan
|
1.
|
Kelarutan dalam air
|
Larutan jernih, berarti
garam larut dalam air (+)
|
2.
|
Kelarutan dalam eter
|
Larutan jernih, berarti
garam (+)
|
3.
|
Kelarutan dalam NaOH 5%
|
Keruh, berarti garam
tidak larut dalam NaOH 5% (-)
|
4.
|
Kelarutan dalam NaHCO3
5%
|
Tidak ada gas CO2
berarti garam tidak larut dalam NaHCO3 5% (-)
|
5.
|
Kelarutan dalam HCl
|
Larutan jernih, berarti
garam larut dalam HCl (+)
|
6.
|
Kelarutan dalam H2SO4
Pekat
|
Keruh, berarti garam
tidak larut dalam H2SO4 Pekat (-)
|
7.
|
Kelarutan dalam H3PO4
pekat
|
Jernih tapi timbul
endapan (+)
|
7.2.3 Tepung
No.
|
Jenis Pelarut
|
Hasil Pengamatan
|
1.
|
Kelarutan dalam air
|
Keruh, berarti tepung
tidak larut dalam air (-)
|
2.
|
Kelarutan dalam eter
|
Keruh, berarti tepung
tidak larut dalam eter (-)
|
3.
|
Kelarutan dalam NaOH 5%
|
Keruh, berarti tepung
tidak larut dalam NaOH 5% (-)
|
4.
|
Kelarutan dalam NaHCO3
5%
|
Tidak ada gas CO2
berarti tepung tidak larut dalam NaHCO3 5% (-)
|
5.
|
Kelarutan dalam HCl
|
Larutan jernih, berarti
tepung larut dalam HCl (+)
|
6.
|
Kelarutan dalam H2SO4
Pekat
|
Warna berubah menjadi
orange berarti tepung larut dalam H2SO4 Pekat (+)
|
7.
|
Kelarutan dalam H3PO4
pekat
|
Jernih tapi timbul
endapan (+)
|
7.2.4 Minyak
No.
|
Jenis Pelarut
|
Hasil Pengamatan
|
1.
|
Kelarutan dalam air
|
Keruh, berarti minyak
tidak larut dalam air (-)
|
2.
|
Kelarutan dalam eter
|
Larutan jernih, berarti
minyak larut dalam eter (+)
|
3.
|
Kelarutan dalam NaOH 5%
|
Keruh, berarti minyak
tidak larut dalam NaOH 5% (-)
|
4.
|
Kelarutan dalam NaHCO3
5%
|
Tidak ada gas CO2
berarti minyak tidak larut dalam NaHCO3 5% (-)
|
5.
|
Kelarutan dalam HCl
|
Larutan jernih, berarti
minyak larut dalam HCl (+)
|
6.
|
Kelarutan dalam H2SO4
Pekat
|
Larutan berwarna orange
minyak (+)
|
7.
|
Kelarutan dalam H3PO4
pekat
|
Larutan jernih, berarti
minyak larut dalam H3PO4 Pekat (+)
|
7.2.5 Putih Telur
No.
|
Jenis Pelarut
|
Hasil Pengamatan
|
1.
|
Kelarutan dalam air
|
Keruh, berarti putih
telur tidak larut dalam air (-)
|
2.
|
Kelarutan dalam eter
|
Larutan jernih, berarti
putih telur larut dalam eter (+)
|
3.
|
Kelarutan dalam NaOH 5%
|
Keruh, berarti putih
telur tidak larut dalam NaOH 5% (-)
|
4.
|
Kelarutan dalam NaHCO3
5%
|
Ada gas CO2
berarti putih telur larut dalam NaHCO3 5% (+)
|
5.
|
Kelarutan dalam HCl
|
Larutan jernih, berarti
putih telur larut dalam HCl (+)
|
6.
|
Kelarutan dalam H2SO4
Pekat
|
Warna berubah menjadi
merah hati dan terasa panas berarti putih telur (+)
|
7.
|
Kelarutan dalam H3PO4
pekat
|
Larutan jernih, berarti
putih telur larut dalam H3PO4 pekat (+)
|
VIII. Pembahasan
Untuk kelangsungan hidup
makhluk hidup zat-zat organic dan unsur-unsur yang menyusunnya memiliki
kedudukan penting. Keanekaragaman unsur penyusunnya menentukan kereaktifan dan
fungsi zat-zat organic dalam kehidupan makhluk hidup. Oleh sebab itu untuk
dapat mengungkapkan kedudukan unsur dalam senyawa diperlukan identifikasi
kandungan unsur penyusun suatu senyawa organic dan penentuan kelarutan senyawa
organic. Rumus empiris dan rumus molekul dapat didapatkan dengan memahami
unsur-unsur penyusunsuatu senyawa.
8.1 Analisis Unsur
8.1.1 Karbon dan Hidrogen
Pada
percobaan ini telah kami lakukan sama seperti di prosedur kerja dimana saat
kami memanaskan CuO kering tidak terjadi perubahan apapun dan terlihat sampel
mejadi kering,lalu saat ditambahkan gula hasil pengamatannya yaitu CuO
bercampur dengan gula dan mulai meleleh lalu langkah selanjutnya yaitu
praktikan memindahkan ke tabung reaksi pyrex dengan dilengkapi sumbat dan pipa
pengalir gas yang telah disusun, gas mengalir dipipa pengalir gas dan masuk
kedalam tabung yang berisi 10 ml Ca(OH)2 dan dipanaskan hasil yang
didapat pada perlakuan ini adalah timbul uap dan gas pada tabung reaksi
tersebut.
8.1.2
Halogen
Pada
percobaan analisis unsur halogen itu ada 2 tes, yaitu :
a) Tes
Beilstein
Tes pertama yang
praktikan lakukan yaitu tes beilstein yang pengertiannya adalah tes kimia
kualitatif sederhana untuk halida organic. Perlakuan pada tes ini yaitu
praktikan mengambil kawat tembaga lalu dipanaskan kawat tembaga sampai kawat
tersebut berwarna kemerah-merahan setelah itu dididinginkan, lalu ditetesi dua
tetes n-hexane dan dipijarkan kembali hasil dari perlakuan ini
adalah kawat tersebut memperlihatkan warna nyala orange
b) Tes
CaO
Tes kedua yaitu tes CaO
dimana di tes ini bahan yang kami ingin
uji tidak ada sehingga kami menggantinya dengan kulit telur, yang pertama
praktikan lakukan yaitu memanaskan kulit telur sebagai pengganti CaO sampai suhu
tinggi disini tidak ada perubahan yang berarti pada kulit telur tersebut,
ketika kulit telur tersebut masih panas praktikan menambahkan dua tetes
n-hexane hasil dari perlakuan ini yaitu sebagian kulit telur yang terkena
tetesan menjadi terlihat seperti gosong dan mengeluarkan bau gosong perlakuan
selanjutnya setelah dingin dididihkan dengan air suling, lalu di tuangkan
kedalam gelas kimia dan di campurkan HNO3 encer larutan menjadi
jernih dan banyak timbul gelembung disekitar kulit telur.
8.1.3 Metode leburan
dengan Natrium
a) Belerang
Pada percobaan ini
praktikan telah melakukan sesuai dengan prosedur yang ada di penuntun, yiatu
dengan mengasamkan 3 ml larutan L (putih telur) dengan HCl pekat, protein yang berupa asam
amino terkandung di dalam putih telur,asam amino yang termuat di putih telur
yaitu sistein, pada oksihemoglobin unsur belerang dalam putih telur terdapat,
untuk rumus molekulnya C783H1116O208N203s2Fe4(l).
Lalu praktikkan mendididihkan dan menutup
tabung reaksi dengan kertas saring yang sudah dibasahi Pb-asetat 10% dimana
dari perlakuan ini praktikan mendapatkan hasil pengamatan yaitu timbul
gelembung gas di tabung reaksi tersebut, kemudian mengeluarkan bau yang tidak
sedap dan terbentuk gumpalan berwarna putih (putih telur menggumpal) tujuan
pemanasan adalah untuk mengenyahkan albumin, lalu selanjutnya yang praktikan
lakukan adalah menambahkan 1-2 tetes larutan Na-nitroprosida hasil dari
perlakuan ini adalah terbentuknya endapan berwarna putih kecoklatan, terbentuk
endapan ini menunjukkan adanya unsur S (belerang).
b) Nitrogen
Pada analisis unsur
nitrogen praktikkan telah melakukannya sesuai dengan prosedur yang ada yaitu
kedalam 3 ml larutan L ditambahkan 5 tetes larutan FeSO4 diteteskan
1 tetes larutan FeCl3 dan 5
tetes larutan KF 10% (ninhidrin) lalu ditambahkan 1-2 ml larutan NaOH 10% hasil dari
perlakuan ini warna larutan menjadi kehitaman lalu berubah menjadi kuning
bening lalu diasamkan dengan H2SO4 encer hasilnya adalah
terdapat endapan berwarna biru berlin
c) Halogen
Pada analisis unsur
halogen yang pertama praktikan lakukan yaitu mengasamkan 3 ml larutan L dengan
HNO3 encer dari perlakuan ini didapatkan hasil yaitu warna larutan
berwarna putih keruh setelah itu praktikan mendidihkan hati-hati untuk 5-10
menit hasil pengamatannya adalah larutan berubah menjadi warna kuning lalu
timbul banyak gas yang meletup-letup ditabung reaksi tersebut, dan menimbulkan aroma
tidak sedap beberapa waktu, lalu menghilang. Selanjutnya praktikan menambahkan
5 ml larutan AgNO3 encer (5-10%) dan dididihkan kembali terbentuklah
endapan berwarna hitam kecoklatan, endapan yang terbentuk cukup banyak ini
membuktikan bahwa pada percobaan yang praktikan lakukan terdapat halogen.
8.2 Penentuan Kelas
Kelarutan
Kepiawaian suatu zat
kimia (cair atau padat) untuk dapat larut dalam pelarutnya merupakan pengertian
kelarutan. Pada percobaan penentuan kelas kelrutan ini praktikan menggunakan 5
sampel zat terlarut yaitu gula, tepung, garam, putih telur dan minyak maka akan
dijelaskan hasil yang didapatkan pada macam-macam sampel tersebut.
8.2.1 Gula
Pada zat terlarut yang
pertamayaitu gula, gula dimasukkan kedalam air, menghasilkan larutan jernih,
yang berarti gula larut dalam air (+), gula dimasukkan kedalam eter hasil pengamatannya sama seperti air larutan
tampak jernih, berarti gula larut dalam eter (+), berikutnya gula dimasukkan
kedalam NaOH 5% sama seperti yang sebelumnya larutan tersebut jernih, berarti
gula larut dalam NaOH 5% (+) juga, gula selanjutnya dimasukkan ke dalam NaHCO3
5% hasilnya timbul gas CO2 berarti larut dalam NaHCO3 5%
(+) lalu gula dimasukkan kedalam HCl hasil yang didapat larutan jernih, berarti
gula larut dalam HCl (+), selanjutnya gula dimasukkan ke dalam H2SO4
Pekat hasilnya larutan tetap sama yaitu jernih dan terasa panas pada bagian
tabungnya saat dipegang berarti larut dalam H2SO4 Pekat
(+), pengjujian pelarut yang terakhir yaitu gula dimasukkan kedalam H3PO4
pekat berarti larutan jernih, menandakan gula larut dalam H3PO4
pekat (+)
8.2.2 Garam
Pada zat telarut yang
kedua yaitu garam yang dimasukkan kedalam air hasil dari perlakuan ini adalah larutan
terlihat jernih, berarti garam larut dalam air (+), lalu garam dimasukkan
kedalam eter hasilnya larutan jernih, berarti garam (+), berikutnya garam dimasukkan
kedalam NaOH 5% hasilnya larutan keruh, berarti garam tidak larut dalam NaOH
5% (-), garam dimasukkan ke dalam NaHCO3
5% hasilnya tidak ada gas CO2
berarti tepung tidak larut dalam NaHCO3 5% (-), garam dimasukkan
kedalam HCl hasilnya larutan jernih, berarti garam larut dalam HCl (+), garam
dimasukkan kedalam H2SO4 Pekat hasilnya larutan menjadi keruh, berarti garam tidak
larut dalam H2SO4 Pekat
(-), yang terakhir garam dimasukkan kedalam H3PO4
pekat hasil dari perlakuan ini ialah jernih tapi timbul endapan berarti (+)
8.2.3 Tepung
Pada zat terlarut yang
ketiga yaitu tepung yang dimasukkan kedalam air hasil pengamatannya larutan
keruh, berarti tepung tidak larut dalam air (-),kemudian tepung dimasukkan
kedalam eter hasilnya larutan keruh, berarti
tepung tidak larut dalam eter (-) lalu tepung dimasukkan kedalam NaOH 5% dari
perlakuan ini hasilnya keruh, berarti tepung tidak larut dalam NaOH 5% (-),
tepung dimasukkan kedalam NaHCO3 5% hasilnya tidak ada gas CO2
berarti tepung tidak larut dalam NaHCO3 5% (-), selanjutnya tepung
dimasukkan kedalam HCl hasilnya larutan jernih, berarti tepung larut dalam HCl
(+), tepung dimasukkan kedalam H2SO4 Pekat hasil yang
didapatkan warna larutan berubah menjadi orange berarti tepung larut dalam H2SO4
Pekat (+), yang terakhir tepung dimasukkan kedalam H3PO4
pekat hasilnya larutan jernih tapi timbul endapan berarti (+)
8.2.4 Minyak
Pada zat terlarut yang
keempat yaitu minyak yang dimasukkan kedalam air hasil pengamatannya larutan
keruh, berarti minyak tidak larut dalam air (-), lalu minyak dimasukkan kedalam
eter larutan jernih, berarti minyak larut dalam eter (+), minyak dimasukkan
kedalam NaOH 5% hasil pengamatannya larutan keruh, berarti minyak tidak larut
dalam NaOH 5% (-), selanjutnya minyak dimasukkan kedalam
NaHCO3 5% hasilnya tidak ada gas CO2 berarti minyak tidak
larut dalam NaHCO3 5% (-), minyak dimasukkan kedalam HCl hasil
perlakuan ini larutan jernih, berarti minyak larut dalam HCl (+), selanjutnya
minyak dimasukkan kedalam H2SO4 Pekat hasilnya larutan berwarna orange minyak (+),
minyak dimasukkan kedalam H3PO4 pekat hasil pengamatannya
larutan jernih, berarti minyak larut dalam H3PO4 Pekat
(+)
8.2.5 Putih Telur
Pada zat terlarut yang
kelima yaitu putih telur yang dimasukkan kedalam air hasil pengamatannya adalah
larutan keruh, berarti putih telur tidak larut dalam air (-), putih telur
dimasukkan kedalam eter hasilnya larutan menjadi jernih, berarti putih telur
larut dalam eter (+), putih telur dimasukkan kedalam NaOH 5% hasilnya larutan
keruh, berarti putih telur tidak larut dalam NaOH 5% (-), kemudian putih telur
dimasukkan kedalam NaHCO3 5% (-) hasilnya ada timbul gas CO2
berarti putih telur larut dalam NaHCO3 5% (+), lalu putih telur dimasukkan kedalam HCl
hasilnya larutan jernih, berarti putih telur larut dalam HCl (+), selanjutnya
putih telur dimasukkan kedalam H2SO4 Pekat hasilnya warna berubah menjadi merah hati dan
terasa panas berarti putih telur (+), yang terakhir putih telur dimasukkan
kedalam H3PO4 hasil dari perlakuan ini adalah larutan
jernih, berarti putih telur larut dalam H3PO4 pekat (+)
IX. Manfaat praktikum
Manfaat
dari percobaan ini adalah praktikan dapat mengetahui bagaimana cara
menganalisis unsur kimia seperti karbon, hydrogen, belerang, nitrogen dan
halogen oleh karena itu praktikan dapat mengetahui
bahan-bahan apa saja yang bisa digunakan sebagai pengganti suatu unsur yang
tidak ada pada saat menganalisis suatu unsur kimia, dan juga agar praktikan
dapat mengetahui penentuan suatu kelarutan dari zat organic
X. Pertanyaan Pasca
Praktikum
1. Mengapa saat analisis
nitrogen hasil akhir yang didapatkan setelah penambahan asam sulfat encer
bagian atasnya berwarna kuning sedangkan endapannya berwarna biru berlin?
2. Mengapa saat
mendidihkan larutan L yang telah dicampurkan HCl harus ditutup dengan kertas
saring yang telah dibasahi Pb-asetat 10%?
3. Mengapa saat gas CO2
timbul dikatakan sebagai penentu
zat terlarut (gula,garam dan lain-lain) larut dalam NaHCO3 5%?
XI. Kesimpulan
Berdasarkan praktikum yang telah praktikan lakukan , dapat
ditarik kesimpulan bahwa :
1. Dengan
menelah lazimnya dengan teknik tertentu (pengendapan, pemisahan, warna nyala,
pemansan dan lain-lain) untuk mengetahui
unsur apa saja yang terdapat dalam suatu sampel merupakan prinsip dasar suatu
pemisahan kualitatif dalam kimia organic
2. Pada
tahapan kerja analisa dalam suatu senyawa organic dan penentuan kelasnya pada
beberapa unsur yaitu karbon, hydrogen, belerang, nitrogen dan halogen. Pada
tahapan yang pertama yaitu analisis karbon dan hydrogen dengan cara kerja CuO
dipanaskan bersama dengan gula, lalu selanjutnya untuk belerang dengan
mengasamkan larutan L dan yang dilakukan
selanjutnya sesuai dengan yang diprosedur sehinnga membuktikan adanya unsur
belerang pada laruta tersebut, pada unsur nitrogen larutan L ditambahkan
beberapa zat sampai membuat unsur belerang tidak ada, jika belerang sudah tidak
ada lalu diasamkan dengan asam sulfat encer sehingga menghasilkan endapan biru
berlin untuk yang terakhir yaitu analisa kerja dari unsur halogen yaitu dengan
mengasamkan larutan L lalu menambahkan suatu zat untuk menghilangkan HCN atau H2S
hasil akhir dari analisa kerja unsur ini adalah terbentuk endapan yang cukup
banyak maka menandakahn adanya halogen, untuk penentuan kelas kelarutan yaitu
dengan menguji beberapa zat terlarut demngan beberapa pelarut yang berbeda pula
sehingga didapatkan hasil larut atau tidak larutnya zat tersebut.
3. Dalam
percobaan ini praktikan memakai beberapa senyawa unknown, agar dapat mengetahui
senyawa apa yang cocok yaitu dengan mengidentifikasi kandungan yang terdapat
pada senyawa tersebut sehingga hasil yang didapatkan benar. Senyawa unknown
yang praktikan pakai adalah HCl pekat pada analisis unsur belerang lalu larutan
L praktikan menggunakn putih telur untuk menganalisis beberapa unsur
diantaranya unsur halogen
XII. Daftar Pustaka
Gandjar, LG. dan Rohman, a. 2007. Kimia
Farmasi Analisis. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar
Petrucci,
Ralph H. 2000. Kimia Dasar Prinsip dan Terapan Modern. Jakarta :
Erlangga
Riswiyanto.
2010. Kimia Organik. Jakarta: Erlangga
Wilbraham,
C., dan Michael , B, Matta. 1992. Pengantar Kimia Organik dan
Hayati.
Bandun: Penerbit ITB
XIII.
Lampiran
Bahan
yang digunakan
pada
percobaan
Warna nyala yang di
hasilkan
kawat nikrom
Disekitar
kulit telur banyak
timbul
gelembung
Endapan
hitam kecoklatan yang
terbentuk
pada analisis belerang
Gula
yang larut dalam air
Untuk link video percobaan kelompok kami dapat dilihat
disini






Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh
BalasHapusSaya Nisa Aprylina NIM A1C118044
Saya akan menjawab pertanyaan no 3
NaHCO3 merupakan baking soda yang digunakan untuk mengembangkan kue. Timbulnya gas CO2 pada saat dicampurkan dengan NaHCO3 adalah hasil yang benar yang didapatkan karena NaHCO3 dikatakan bereaksi ketika zat yang di campurkan dengan NaHCO3 mengeluarkan CO2. Seperti pembuatan donat,itu digunakan baking soda atau NaHCO3 untuk mengembangkan nya,pada saat pengembangan gas CO2 keluar dari adonan donat tersebut, itulah dikatakan berhasil.
Terima kasih wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh
Assalamu'alaikum wr wb , perkenalkan sayaNada Fitri Rahman , Nim : A1C118057, kelas Reguler A 2018. Prodi pendidikan kimia ,FKIP, UNJA. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan saudari bulan yang nomor 1. Mengapa hasil akhir saat analisis nitrogen setelah ditambahkan asam sulfat encer ,warna yang ditimbulkan diatas berwarna kuning dan terdapat endapan berwarna biru, hal itu disebabkan pada larutan L(putih telur ) mengandung protein ,yang mana pada protein terdapat unsur Nitrogen ,hingga saat ditetesi asam kuat protein tersebut mengeluarkan warna unsur2 yang terdapat di dalamnya ,seperti Nitrogen yang berwarna kuning kecoklatan.
BalasHapusTerimakasih 😊
Assalamualaikum wr. Wb.
BalasHapusSaya Fadillah Fatma dengan NIM A1C118092 ingin menjawab pertanyaan nomor 2. Jadi, saat larutan L dididihkan, ia akan menghasilkan gas sehingga untuk dapat memeriksa apakah terdapat suatu gas atau tidak dari pendidihan larutan tersebut ditaruhlah kertas saring basah yang sudah ditetesi dengan pb-asetat 10% tersebut.