Sabtu, 25 Januari 2020

Jurnal Analisa Kualitatif Unsur-unsur Zat Organik dan Penentuan Kelas Kelarutan


JURNAL PRAKTIKUM
KIMIAORGANIK I





DISUSUN OLEH  : SARI BULAN
NIM                        : A1C118065
KELAS                  : REGULAR A 2018


DOSEN PENGAMPU:
Dr.Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS LEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020






PERCOBAAN 1
I.     Judul : Analisa Kualitatif Unsur-unsur Zat Organik dan Penentuan Kelas Kelarutan
II.  Hari  / Tanggal : Rabu, 29 Januari 2020
III.                   Tujuan : Adapun tujuan pada praktikum kali ini ialah
1.      Dapat memahami prinsip dasar dalam analisa kualitatif dalam kimia organic
2.      Dapat memahami tahapan kerja analisa yang dimulai dengan unsur karbon, hydrogen, dalam suatu senyawa organik dan penentuan kelasnya
3.      Dapat mencoba beberapa senyawa unknown untuk dianalisa

IV.                   Landasan Teori
          Dilaboratorium dahulu kala senyawa karbon tidak dapat diciptakan namun pada tahun 1923 kimiawan Jerman bernama Fredich Wohler berhasil menciptakan urea dengan cara pemanasan, sehingga dilaboratorium senyawa organik lain dapat mulai diciptakan. Dalam sampel organik terdapat kandungan unsur karbon dan hidrogen, untuk mengetahui kebenaranya dapat dilihat dengan trik kimia yaitu uji pembakaran. Karbon (C) berubah menjadi karbon dioksida (CO) dikarenakan pembakaran suatu sampel organik dan juga mengubah hidrogen menjadi H2O . Gas CO2 dapat diidentifikasi dengan sifatnya yang mencurahkan air kapur, sedangkan yang diidentifikasikan dengan kertas kobalt adalah air (Petrucci,2001).
          Sifat kimia dan fisika senyawa organik memperlihtkan sifat-sifat yang berbeda disebabkan karena perbedaan  strukturnya. Ada berwujud cair, padat dan gas. Ada terasa manis ada terasa asam. Ada yang sangat penting untuk kehidupan namun ada yang tidak bermanfaat bagi kehidupan yaitu yang beracun (Wilbraham,1992)
          Metode analisis secara kualitatif adalah metode yang dipakai untuk menetapkan reaksi-reaksi khusus senyawa yang mengandung C, H, O. Analisis untuk meneliti spesies, elemen dan senyawa yang ada didalam suatu sampel adalah pengertian analisis kualitatif. Sehingga diketahui bahwa suatu analisis kualitatif berhubungan dengan cara untuk menyadari ada atau tidaknya suatu sampel (Gandjar, 2007).
Dalam kehidupan makhluk hidup fungsi dan kereaktifan zat-zat organic ditetapkan oleh keanekaan unsur penyusunnya. Maka dari itu penentuan kelarutan dan kandungan unsur penyusun senyawa organik dapat mencetuskan kedudukan unsur tersebut dalam senyawa yang menyususnnya.Rumus empiris dan rumus molekul dapat diperkirakan jika mengetahui unsur dari penyusun suatu senyawa.Berikutnya, dapat diperkirakan baik dalam pelarut polar maupun non polar sifat kelarutan senyawa organik.
          Elemen penting biokimia banyak diantaranya dari senyawa organik seperti karbohidrat, protein dan lemak.Hidrokarbon aromatik (Senyawa yang sekurang-kurangnya memuat satu cincin benzena), senyawa alifatik (Gugus fungsi dari rantai karbon ini dapat diubah), polimer (gugus dapat berulang dari molekul rantai panjang), dan senyawa heterosiklik (melingkupi atom-atom non karbon dan struktur cincinnya) adalah beberapa golongan senyawa organik (Riswiyanto,2009).


V. Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan pada praktikum kali ini adalah :
5.1 Alat
1.      Pipet tetes
2.      Tabung reaksi pyrex
3.      Kawat tembaga
4.      Gelas kimia
5.      keping asben
6.      Bunsen
7.      Cawan porselin
8.      Tabung reaksi
5.2 Bahan
1.      Ca (OH)2
2.      Serbuk CuO
3.      HNO3 encer
4.      2SCCL4
5.      FeSO4
6.      FeCl3
7.      KF
8.      H2SO4
9.      AgNO3
10.  Belerang
11.  FeCl2
12.  Aquades
13.  Pb-asetat 10%
14.  Na-nitroprosida
15.  HCN
16.  HCl
17.  NaHCO3
18.  H2S
19.  Kertas saring

VI. Prosedur Kerja
6.1 Analisa unsur
6.1.1 Karbon dan Hidrogen
1.      Ditempatkan 1-2 gram serbuk CuO kering dalam cawan porselin
2.      Dikeingkan beberapa saat diatas pemanas Bunsen
3.      Dicampurkan hati-hati dengan sejumlah gula selagi CuO hangat (lebih kurang 1/10 jumlah CuO)
4.      Dipindahkan kedalam tabung reaksi pyrexdengan dilengkapi sumbat dan pipa pengalir gas
5.      Disusun tabung pengalir gas sehingga gas yang mengalir bias masuk kedalam tabung yang berisi 10 ml larutan Ca(OH)2
6.      Dipanaskan campurkan dan amati hasilnya
7.      Ditabung reaksi bagian atas perhatikan air yang mengembun
6.1.2 Halogen
A. Tes Beilstein
1.      Dipanaskan kawat tembaga sampai kemeah-merahan dan tak memberikan nyala lain
2.      Didinginkan , lalu ditetesi kawat tersebut dengan dua tetes CCl4
3.      Dipijarkan kembali lalu amati warna nyala yang ditunjukkan oleh uap Cu-halida yang terbentuk
B. Tes CaO
1.      Dipanaskan sejumlah CaO bebas halogen didalam tabung reaksi besar sampai suhunya tinggi
2.      Ditambahkan dua tetes CCl4 ketika masih panas
3.      Dididihkan dengan 5-10 ml air suling setelah dingin
4.      Dituangkan kedalam gelas kimia 100 ml dan larutan dalam HNO3 encer ( 1 vol HNO3 pekat dalam 1 vol air suling)
5.      Disaring dengan kertas saring biasa kalua larutan jernih tak didapat
6.      Ditambahkan 2-3 ml larutan AgNO3 encer (5-10%)
7.      Diamati apa yang terjadi
6.1.3 Metoda Leburan dengan Natrium
1.      Ditempatkan tabung reaksi kecil (50 × 8 mm) dalam lubang kecil pada keping asbes sebagai pemegang
2.      Dimasukkan sebiji logam Na (lebih kurang sebesar biji kacang hijau)
3.      Dipanaskan hati-hati sampai meleleh dan uap Na bagian bawah tabung
4.      Dihentikan nyala api untuk sementara
5.      Ditambahkan hati-hati cuplikan yang mengandung halogen, S dan N secepatnya.
6.      Dimasukkan sedikit butiran saja jika Zatnya padat dan jika cair masukkan beberapa tetes
7.      Dipijarkan kembali tabung sampai membara (usahakan zat dalam tabung jangan sampai terbakar)
8.      Dimasukkan tabung kedalam gelas kimia 100 ml yang berisi sekitar 15 ml air suling ketika tabung masih membara. Tabung akan segera pecah dan sisa sedikit Na akan bereaksi dengan air
9.      Dihancurkan bagian sisa tabung dalam gelas kimia ketika reaksi sudah tenang kembali
10.  Ddidihkan diatas api
11.  Disaring dengan kertas saring biasa lalu gunakan larutan Lassaigne untuk keperluan tes-tes berikutnya
a)    Belerang
1.    Diasamkan  3 ml larutan L dengan asam asetat
2.    Dididihkan dan diperiksa gas yang dihasilkan dengankertas saring saring basah yang sudah ditetesi Pb-asetat 10%
3.    Diamati yang terjadi pada bagian larutan Llainnya
4.    Ditambahkan 1-2 tetes larutan Na-nitroprosida
5.    Diamati warna larutan yang terjadi
b)   Nitrogen
1.      Ditambahkan 5 tetes larutan FeSO4 yang masih baru, 1 tetes larutan FeCl3 dan 5 tetes larutan KF 10% kedalam 3 ml larutan L
2.      Ditambahkan lebih kurang 1-2 ml larutan NaOH 10% sampai bersifat basa, lalu dididihkan 
3.       didinginkan jika belerang tidak ad dan diasamkan dengan asam sulfat encer (20-25%). Endapan biru berlin menandakan adanya N, dan mungkin baru muncul setelah beberapa saat didiamkan
4.      Dirubah percobaan jika belerang ada, seperti berikut:
5.      ditambahkan pada larutan L, 5 ml tetes FeSO4 masih baru lalu 1-2 ml larutan NaOH 105 sampai basa
6.      Dipanaskan sampai mendidih
7.      Disaring endapan FeS
8.      Diasamkan dengan larutan H2So4 ENCER (10-20%)
9.      Ditambahkan 5 tetes larutan KF 10% dan 1 tetes larutan FeCl3 untuk mendapatkan endapan biru berlin
c)    Halogen
1.      Diasamkan 3 ml larutan L dengan larutan HNO3 ENCER (1 vol HNO3 pekat dalam 1 vol air)
2.      Ddidihkan Ndan Sjika ada dengan hati-hati untuk 5-10 menit, untuk menghilangjan HCN dan H2S yang mungkin terbentuk
3.      Ditambahkan 5 ml larutan AgNO3 encer (5-10%) dan lanjutkan pendidihan beberapa menit. Endapan yang banyak menandakan adanya halogen bila sedikit mungkin hnaya pengototr dalam pereaksi.
6.2 Penentuan Kelas Kelarutan
6.2.1 Kelarutan dalam air
1.      Dimasukkan lebih kursng 0,1 gram zat padat atau 3 tetes zat cair kedalam tabung reaksi besar
2.      Ditambahkan 3 ml air suling
3.      Dikocok kuat-kuat. Larutan jernih berarti larut dalam air (+), larutan keruh berarti tak larut dalam air (-). Bila hasilnya (+), selanjutnya lakukan tes kelarutan dalam eter, bila (-) lanjutkan tes kelarutan dengan pelarut lainnya
6.2.2 Kelarutan dalam eter
1.      Ditambahkan 3 ml pelarut eter sama seperti diatas. Bila jernih artinya (+) larut dalam eter atau sebaliknya.
6.2.3 Kelarutan dalam NaOH 5%
1.      Ditambahkan 3 ml larutan NaOH 5% sama seperti diatas. Larutan jernih berarti (+) biasanya ada juga disertai perubahan warna dan bila larutan keruh berarti (-) . Kalau terjadi keraguan camouran disaring dan filtratnya dinetralkan dengan asam HCl encer, jika keruh artinya tesnya (+), bila (+) lanjutkan dengan NaHCO3
6.2.4 Kelarutan dalam NaHCO3 5%
1.      Ditambahkan 3 ml larutan NaHCO3 5% sama seperti diatas, bila timbul gas CO2 berarti hasilnya (+) dan sebaliknya (-)
6.2.5 Kelarutan dalm HCl
1.      Ditambahkan 5 ml larutan HCl 5% sama seperti diatas, kocok dan amati. Larutan jernoh berarti hasilnya (+)
2.      Disaring campuran bila keruh dan kalua meragukan
3.      Dinetralkan kedalam filtrate dengan larutan NaOH encer. Bila larutan jadi keruh berarti hasilnya (+)
6.2.6 Kelarutan dalam H2SO4 pekat
1.      Ditambahkan 3 ml H2SO4 pekat sama seperti diatas
2.      Dikocok dengan hati-hati, bila jernih atau timbul panas atau perubahan warna berarti (+)
6.2.7 Kelarutan dalam H3PO4 pekat
1.      Ditambahkan asam sulfat pekat sama seperti diatas, jernih artinya (+)
2.      Dibuat table atau diagram hasil pengamatan kelarutan dan ambil kesimpulannya

Klik link dibawah ini untuk melihat videonya

Pertanyaan
1.      Mengapa saat penambahan NH4OH pada tes perak nitrat di larutan perak klorida terdapat warna yang jernih dibagian atasnya?
2.      Bagaiman jika HCN atau H2S yang mungkin terbentuk tidak menghilang pada tes perak nitrat?
3.      Mengapa pada tes karbon disulfida pada larutan ekstrak Lassaigne warna larutan akhirnya menjadi 2?

Jurnal percobaan 8 Kromatografi Lapis Tipis dan Kolom

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I DISUSUN OLEH   : SARI BULAN NIM                         : A1C118065 KELAS            ...